4 tahun yang lalu tuhan pernah memberiku perasaan yang luar biasa, perasaan mencintai dan mengasihi seseorang yang cukup lama. tapi tak pernah lagi dia memberi perasaan itu sampai detik ini....
yaa... semuanya mulai menghilang saat laki-laki yang menuliskan cerita ini mengetahui apa yang sebenarnya terjadi. hahahaha
gue terlalu konyol untuk urusan cinta yang serba ambigu, bahkan ketika aku harus memilih diantara dua pilihan itu. aku kembali terlihat konuol dan polos, pantas untuk ditertawakan. hahaha
sampai akhirnya aku merasa bahwa aku tak pernah mendapatkan cinta, karena cinta tidak memilihku untuk merasakan kebahagian cinta itu.
dan kini sayaa masih teramat bodo dengan menyukai seseorang yang tak pernah menyukai saya....
aahhh, sialan hidup ini.
itu sebabnya ketika dia berkata "saya butuh kamu" dilanjutkan dengan kalimat "berjanjilah untuk membina hubungan ini lebih baik", saya enggan menjawabnya.
sampai hari ini, saya belum percaya kalau ada orang yang menyayangi saya selain kedua orang tua ku. karena kejadian dulu yang membuatku enggan percaya pada cinta apalagi cinta yang bertahan oleh jarak dan waktu. mustahil untukku.
dia memang mengajariku untuk belajar percaya pada waktu dan jarak, tapi siapa lagi yang akan membuatku percaya atau kejadian apa yang kemudian membuatku percaya???
tuhann...
saya takut untuk menyayangi seseorang, apalagi mencintai seseorang..
saya benar-benar takut untuk merasakan cinta dan kasih sayang..
entahlah, itu sebabnya saya mudah marah dan mudah putus asa berkenaan cinta.....
saya teramat bodo prihal ini... hahaha
entahlah siapa dia untukku?? yang jelas perasaan ini tidak seperti dulu???
saya masih ragu, ragu dengan apa yang saya rasakan... setelah banyaknya peristiwa cinta yang membuat saya lelah menghadapinya...
apa mungkin syang ini kembali terbiaskan?? atau lebih baik saya kembali menyibukkan diri sampai waktunya tuhan mengabulkan.
padahal saya cuma butuh sandaran,
ya sandaran yang menopang saya...
tempat tertidur dimana saya lelah, bukan orang super hebat atau supercantik...
.
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
0 komentar:
Posting Komentar