.
0

Perayaan terakhir dariku....

mungkin benar saya harus lenyap dan tidak menaganggumu. Tapi sebelum itu.... izinkan saya memberi kenangan terindah yang menjadi perayaan terakhir dariku.
Perayaan terakhir di bulan juni,
tidak akan sempat memang jika aku harus membuat bingkisan layaknya apa yang kau harapkan dariku. Apalagi jika aku harus menjadi seperti yang kamu harapkan, rasanya sulit bagiku merubah prinsip ini.  Tapi jujur saja, perinsip bukan berarti tidak menerima masukan orang lain.
Selama ini akan kujaga kesehatanku untukmu,
akan ku jaga tidurku hingga tak larut malam,
akan ku jaga waktu makanku agar tak terlewat,
akan ku jaga sekolahku agar aku tidak bolos lagi,
akan aku jaga waktu agar tidak bermalas-malasan,
dan akan aku jaga diriku untuk kau lihat suatu saat nanti. Dipanggung perhelatan sana....

perayaan ini,
aku pikirkan jauh-jauh kebelakang, bahkan sebelum kamu memintaku untuk melakukan yang terbaik.

hanya perayaan kecil ini yang ku bisa buat untukmu diakhir jamuan pertemuan kita...
hanya ini...
hanya perayaan kecil ini...
hanya perayaan terakhir yang sangat sederhana....
untuk sahabatku yang berjasa,
untuk sahabatku yang menemani sejarah singkat riwayatku.
untuk sahabatku yang kecewa dengan perubahan ini...
untuk sahabatku yang tak pernah mengharapkan ini...............


0

Perubahan yang tak diharapkan.

Kenapa denganku??
apa yang sedang terjadi denganku??
apa ini?? Sebuah perubahankah?? Lalu apa yang sebenarnya aku dan dunia harapkan dari sebuah perubahan??

hari demi hari ku coba untuk mengembangkan apa yang telah dianugrahkan tuhan.  Diskusi.diskusi dan dsikusi..... ya, hanya itu yang kusenangi dalam rutinitas hariku. Darisanalah aku mendapatkan banyak hal hingga sampai pada sebuah perubahan. Hari ini.
Lalu kenapa itu salah?? Kenapa kau bilang ini salah??
karena kau tidak mengharapkan aku seperti ini??
Ya, mungkin itu.
perubahan ini tak pernah kau harapkan.
NEVER..
Bahkan ketika perubahan itu yang membuatku berada disisimu ketika kamu bimbang dan terjatuh. Perubahan itu yang menuntunku untu menuntunmu sampai di jalan keluar. Perubahn itu pula yang akhirnya menyadarkanku kalau kamu butuh seorang sahabat khususnya di organisasi.
Andai saja tanpa perubahan ini, akankah aku berada disampingmu karena kepekaan sosial??
Andai saja tanpa perubahan ini, bisakah aku menuntunmu menemui jalan keluar??
Dan andai saja tanpa perubahan ini, adakah yang merangkulmu ketika engkau tertatih di organisasi??
Masihkah itu tidak kau harapkan??
masihkah??

baiklah, aku menyerah dengan semua ini.
kelelahan ini,
kefanaan ini,
aku menyerah dan keluar dari keistiqomahanku.
“karena perubahanku tidak kau harapkan, maka aku pun tak pernah kau harapkan”
sebaiknya aku tidak mengganggumu dengan kegoisan ini.
sebaiknya..
sebaiknya..
dan alangkah lebih baik, jika aku berjalan sendiri tanpa menengok padamu.
begitupun denganmu...