Saya mungkin belum cukup tua untuk mengatakan ini, saya pun belum cukup pantas untuk melontarkan ungkapan ini pada anda karena saya belum menjadi orang sukses yang diagungkan. Yang jelas saya cukup berani mengatakan ini pada anda :
“masa remaja bukan untuk dinikmati,
tapi untuk di hadapi.....
saat kau berani untuk mengorbankan masa remajamu,
kaki anda telah melangkah jauh melewati orang lain”
tapi untuk di hadapi.....
saat kau berani untuk mengorbankan masa remajamu,
kaki anda telah melangkah jauh melewati orang lain”
(undzur maa qaala walaa tandzur man qaala)
Lihatlah pada apa yang dibicarakan jangan melihat siapa yang berbicara. Hari ini hanya keberania yang mendorong saya untuk berani menuliskan catatan ini untuk anda. Mungkin saya masih remaja dan belum sukses sehingga kurang berkenan untuk menyampaikan hal ini. Tapi yang jelas saya belajar banyak dari sesuatu yang sederhana, atau lebih tepatnya peristiwa kecil mengajarkan saya untuk bersiaga menghadapi peristiwa besar.
Setahun yang lalu tepatnya kelas 1 SMA. Saya terkenal dengan murid yang aktif dalam organisasi bahkan terlalu aktif menurut pandangan beberapa orang. Banyak hal yang saya korbnankan, dari mulai waktu istirahat, uang, kondisi badan yang dipaksakan.
Keaktifan itulah yang membuat saya sangat sibuk hingga tak ada waktu untuk merasakan kebahagian yang orang lain rasakan. Kebersaman bersama teman sebaya terengut begitu saja karena kefokusanku pada organisasi yang ku tekuni.
semuanya berlalu begitu cepat samapi tibalah waktunya aku kelas 2 SMA. Menjadi seorang ketua umum yang memimpin organisasi sekolah bukanlah hal yang biasa tapi hanya sedikit orang saja yang dapat merasakan posisi tersebut.
semuanya berlalu begitu cepat samapi tibalah waktunya aku kelas 2 SMA. Menjadi seorang ketua umum yang memimpin organisasi sekolah bukanlah hal yang biasa tapi hanya sedikit orang saja yang dapat merasakan posisi tersebut.
Semuanya karena pengorbananku untuk organisasi saat tahun lalu membuatku dianggap mempunyai kelebihan dari mereka, padahal sebenarnya yang membedakan hanyalah pengalaman saja. Yaa… hanya pengalaman yang membuatku meloncat jauh kedepan mendahului orang lain.
Akhirnya pengorbanan itu memberikan hasil yang sesuai dengan perjuangan. Ternyata harus ku korbankan masa remaja ini untuk kesuksesanku kelak.
Memang sulitnya luar biasa ketika kita mengorbankan masa remaja yang penuh dengan kebahagiaan, kemewahan, canda ria, poya-poya dan lain sebagainya. Tapi itu hanya sesaat kawan, yang kita cara dalam hidup itu bukan apa yang kita dapat di umur belasan tahu atau dua puluh tahun tapi jauh bertahun-tahun kedepan hasilnya akan nampak.
Tulisan ini untuk para remaja yang sedang tidur nyenyak dalam mahligai sutra yang menggiurkan. Mari melangkah bersama kawan… tuhan teramat adil, jika kau hanya tertidur maka cepat-cepatlah riwayatmu habis dengan sia sia. Tapi jika kau berusaha maka riwayat itu datang ketika engkau sudah menyelesaikan semuanya.
Mari beanjak kawan, terlalu lama kita diam sedangkan dunia membutuhkan kita. Yaaa…. Kita bukan benalu yang tersingkirkan oleh buku sejarah kehidupan. Justru kita yang akan menjadi cover sejarah kehidupan.



